Rabu, 19 Agustus 2015

Tentang kita, dan dia

Kita adalah ketertarikan yang ga sama, kita adalah spenggal kisah yang saling membuat tawa tapi ga nyata. Tau kenapa ga nyata? Karena masih berharap dengan dia, dia yang sibuk membuat bahagia orang lain, tapi kamu sadar ga? Ada aku pengen serius buat kamu bahagia, ya, aku. Tapi kamu malah sibuk nyari dia, padahal kamu udah tau dia dimana, dia yang sedang saling membuat sebuah cerita dengan orang lain.

Kamu bodoh! Dan aku pun! Kamu bodoh, masih aja ngarepin dia dateng terus nyamperin  dan nemenin kesendirian kamu, membuat kamu tersenyum dengan pesan singkat, padahal itu ga mingkin. Aku pun begitu, bodoh! Nunggu kamu yang sibuk menunggu orang lain, mengharapkan seseorang yang sedang sibuk berharap dengan orang lain, kita sama sama sedang bertahan dengan tidak kepastian, kita sama.

Tapi aku ikhlas, aku rela dan aku bangga sama kamu. Kamu begitu setia nunggu dia kembali, walau hati kamu selalu sakit saat denger tentang dia yang bahagia dengan orang lain. Biarin disini aku nemenin kamu, emm setidak nya menutupi hati kamu yang terluka. Meski begitu tak berpengaruh, tapi aku selalu siap nemenin kamu. Dan disaat kembali lagi nemenin kamu, berarti tugas aku udah selesai.

Aku pergi dengan sebuah senyuman dan harapan, harapan yang ga mungkin, harapan yang ga pasti, dan harapan yang tak seharusnya terjadi. Tapi aku seneng sama kamu, kamu rela di sakitin dan bertahan demi menunggu orang yang kamu bangga-banggakan. Mungkin ini juga yang di namakan kesetiaan.

Lupain lah tentang kebersamaan kita, berbahagialah dengannya, aku disini merasa bahagia, walau sekali rindu ini menyapa. Biarin aku disini merangkai kata demi kata untuk ngelepas rindu. Biarin.

Berbahagialah dengannya, kamu :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar